LAPORAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM TENTANG KURIKULUM SEKOLAH

on Rabu, 19 Desember 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan inayah-Nya bagi penulis melalui ilmu-Nya Yang Maha Luas dan Tak Terkira sehingga penulis bisa sedikit menuliskan setetes dari lautan ilmu-Nya kedalam sebuah laporan hasil observasi di MI Miftahul Huda Kepanjen Malang yang sederhana ini. Shalawat serta salam penulis tujukan kepada suri teladan penulis, Nabi Muhammad SAW beserta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Dalam kesempatan kali ini penulis berterima kasih kepada Ibu Hj. Rahmawati Baharuddin, M.A selaku dosen mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam, Bapak H. Abu Hanifah, S.Ag Selaku Kepala Sekolah, dan ibu Hj. Khoridatul Baya, S.pd selaku wali kelas 1 yang telah membantu mengarahkan dan memberi motivasi kepada penulis. penulis sangat menyadari bahwa penulisan laporan observasi ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga kritik dan saran yang dapat membangun semangat sangat penulis harapkan, agar dapat berbuat lebih baik lagi dimasa yang akan datang.
Penyusun sadar laporan hasil observasi ini belum sempurna, sebagaimana kata pepatah “Tidak Ada Gading yang Tak Retak”. Akhirnya, penulis berharap laporan hasil observasi ini bisa menjadi kontributif yang positif yang tidak ada hentinya. Tak henti untuk terus dikoreksi, tak henti untuk melahirkan berbagai motivasi dan inovasi serta tak henti untuk memberikan inspirasi kepada orang lain dan bisa memberikan kontribusi yang jauh lebih baik dari penulis. Amiin.

                                                                        Malang,  Desember  2012


                                                                                    Penyusun,
BAB I
1.      LatarBelakangMasalah
Kita semua menyadari bahwa ada satu hal di dunia ini yang tidak pernah berubah yaitu perubahan itu sendiri. Perubahan-perubahan yang berlangsung begitu cepat menuntut kita untuk dapat mengikuti dan menyesuaikan dengan perubahan itu. Oleh karena itu, jika kita tidak ingin ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain maka pendidikan mutlak kita butuhkan untuk mengembangkan potensi anak di dalam negeri yang berperan sebagai aset negara yakni melalui Pengembangan Kurikulum.
Sesuai dengan Undang-Undang Dasar pasal 31 ayat 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Tujuan di atas dapat dicapai salah satunya dengan mengembangkan dan meningkatkan mutu serta daya saing dalam pembelajaran di sekolah-sekolah. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran bagi guru-guru di sekolah yang di lakukan harus selalu mengacu pada tujuan undang-undang dengan memperhatikan karakteristik siswa sebagai penerus bangsa.
2.      RumusanMasalah
Hasil observasi terhadap Pengembangan Kurikulum di MI Miftahul Huda yang sudah mulai berkembang. Namun karena berbagai keterbatasan yang ada pada Sekolah tersebut maka kami sebagai penulis hanya akan membahas dengan kesesuaian keadaan di Lapangan.
Masalah diatas menurut peneliti akan dapat di jawab melalui pemecahan dua sub masalah di bawah ini, yaitu:
1.      Bagaimana pengembangan kurikulum di MI Miftahul Huda?
2.      Bagaimana upaya meningkatkan kualitas siswa dengan pengembangan Kurikulum di MI Miftahul Huda?
3.      TujuanPenelitian
Tujuan umum penelitian tentang pembelajaran di sekolah ini adalah untuk mengetahui pengembangan kurikulum dan cara meningkatkan prestasi belajar siswa melalui pengembangank urikulum di MI Miftahul Huda kepanjen Malang .

4.      Manfaat Penelitian
1.      Mengetahui perkembangan kurikulum di MI Miftahul Huda
2.      Mengetahui cara meningkatkan kualitas belajar siswa dengan pengembangan kurikulum.













BAB II
1.         Pemaparan Data Mentah hasil Penelitian
A.     Profil Madrasah:
1.      Nama Madrasah                             : MI MIFTAHUL HUDA
2.      Tahun Berdiri                                  : 1989
3.      No. Statistik Madrasah                   : 111235070114
4.      Akriditasi Madrasah                       : Terakreditasi B (3 Maret 2006)
5.      Alamat Lengkap Madrasah : Jl. Pesantren III No.06
6.      Desa/Kecamatan                            : Mojosari / Kepanjen
7.      Kab/Kota                                       : Malang
8.      Provinsi                                          : Jawa Timur
9.      No. Telp                                        : 0341-392967
10.  NPWP Madrasah                           : 00.565.397.7-654.000
11.  Nama Kepala Madrasah                 : H. Abu Hanifah,S.Ag
12.  No. Telp/Hp                                   : 0341-5468666
13.  Nama Yayasan                               : Miftahul Huda
14.  Alamat Yayasan                             : Jl. Pesantren III No.06
15.  No. Akta Pendirian Yayasan           : -
16.  Kepemilikan Tanah             : Milik Sendiri
17.  Status tanah                                    : Wakaf
18.  Luas tanah                                      : 7730 m2
19.  Status Bangunan                             : Milik Sendiri
20.  Luas Bangunan                               :  343  m2
21.  Visi
"Unggul dalam prestasi, terintegrasi dalam kemampuan, berlandaskan iman dan taqwa
22.  Misi
·     Meningkatkan Prestasi Akademis dan Non Akademis Mengembangkan KTSP Berdeversifikasi Dengan Berorientasi Pada Peningkatan Pelayanan Kepada Siswa Sesuai Dengan Potensi Perkembangan, Kebutuhan, dan Kepentingan Siswa, serta Tuntutan Masyarakat.
·     Menciptakan Kader Bangsa yang Cerdas, Cakap, Terampil dan Kreatif.
·     Melaksanakan Pembelajaran dan Bimbingan secara Efektif,
·     Mengembangkan Kemampuan Dasar Intelektual dengan Pola dan Sistem  Pendidikan Islami.
·     Menanamkan Nilai-nilai Budi Pekerti yang Luhur, Disiplin dan taat Beribadah.
·     Mengoptimalkan Kegiatan Pengembangan diri Tenega Pendidik dan Tenaga Kependidikan 
·     Meningkatkan Kwalitas dan Kwantitas Sarana dan Prasarana Sesuai dengan  Kebutuhan 
·     Menjalin Kerja Sama dengan Komite Sekolah untuk Penggalangan Pembiayaan  Sekolah 
·     Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Bersih, Sehat dan Berkesinambungan  Menuju Wiyata Mandala.
·     Mengoptimalkan Pengamalan Ajaran Agama Menuju Anak Sholeh Secara Ketat dan  Berkesinambungan.

MI  Miftahul Huda berdiri pada 1989 yang dibawah naungan yayasan Miftahul Huda adapun sekarang kepala sekolah MI Miftahul Huda yaitu H. Abu Hanifah,S.Ag beliau menjabat sejak tahun 2009 didalam pembelajaran di MI Miftahul huda berdasarkan kurikulum KTSP yang mana sudah dilaksanakan sejak tahun 2010,

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, misi dan bahan pelajaran  serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di MI Miftahul Huda  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh MI Miftahul Huda.  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terdiri atas tujuan pendidikan MI struktur dan  muatan kurikulum, kalender pendidikan, silabus dan RPP.
Prinsip-prinsip pengembangan KTSP berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dengan linkungannya; beragam dan terpadu; tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan seni; relevan dengan kebutuhan kehidupan; menyeluruh dan berkesinambungan; belajar sepanjang hayat; seimbang antara kepentingan nasional dengan daerah, dengan harapan bahwa peserta didik memiliki potensi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar mejadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, terampil, dan berbudi pekerti yang luhur. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
Dalam penyusunan KTSP menggunakan panduan KTSP yang disusun pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetesi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional, penyusunan KTSP berpedoman pada penduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP 19/2005 tentang  Standar Nasional Pendidikan.
Ø  Landasan/ Dasar Hukum
1.     Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SPN)
2.     Peratuan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
3.     Permen Diknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
4.     Permen Diknas nomor 23 tahun 2006 Standar Kompentensi Lulusan
5.     Permen Diknas nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permen nomor 22 dan 23 tahun  2006
6.     Permen Diknas nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian
7.     Permen Diknas nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses
8.     Permenag nomor 2 tahun 2008 tentang Standar Isi SK Gubernur Propinsi Jawa Timur nomor 188/188/13/2005 tentang Kurikulum     Mata pelajaran Bahasa Daerah untuk jenjang pendidikan SD/SDLB/MI dan SMP/SMPLB/MTs Negeri/Swasta Propinsi Jawa Timur
Ø  Tujuan Pengembangan Kurikulum KTSP
Tujuan Pengembangan Kurikulum Madrasah...ini untuk memberikan acuan kepada kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya yang ada di madrasah dalam megembangkan program-program yang dilaksanakan madrasah.
Selain itu, KTSP ini disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :
a)      belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
b)      belajar untuk memahami dan menghayati,
c)      belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
d)      belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
e)      belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Hal yang tak kalah penting, melalui KTSP ini, madrasah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan  karakteristik,  potensi,  dan  kebutuhan  peserta  didik.  Untuk  itu,  dalam pengembangannya, penyusunan KTSP melibatkan seluruh warga madrasah dengan berkoordinasi kepada pemangku kepentingan di lingkungan sekitar madrasah
Penyusunan KTSP sangat diperlukan untuk mengakomodasi semua potensi yang ada di daerah dan nasional untuk meningkatkan kualitas satuan pendidikan dalam bidang akademis maupun non akademis, memelihara budaya daerah, mengikuti perkembangan iptek yang dilandasi iman dan taqwa.
Undang Undang Republik Indonesia, Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, mengamanatkan setiap satuan pendidikan untuk membuat KTSP sebagai pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada Tingkat Satuan Pendidikan yang bersangkutan, Peratuan Mendiknas No.22 tahun 2006 tentang standar isi, dan Permen Diknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Selain itu penyusunan KTSP mengakomodasi MBS yang sudah mulai dilaksanakan sejak berlakunya otonomi daerah. Sehingga dengan penyusunan KTSP memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan antara potensi di daerah dan potensi nasional.
Pendidikan nasional berfungsi mengembankan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi menusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dapat mengikuti perkembangan iptek dan menjadi warga Negara yang baik dan demokratis, serta bertanggung jawab. Fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut selalu menjadi arah kebijakan MI dalam program pengembangan sekolah.   
Selain menggunakan mata pelajaran umum yakni sebagai mana mestinya seperti mata pelajaran di SD di MI miftahul Huda juga menambah mata pelajaran MULOK (Muatan Lokal) yakni ASWAJA, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Daerah.
Adapun proses belajar mengajar pada setiap harinya yakni terinci sebagai berikut :
Proses belajar mengajar pada hari Senin-Kamis, Sabtu
06-30 – 07.30
07.30 – 10.00
10.00 – 10.30
10.30 – 12.30
Sholat Dhuha
Proses Belajar Mengajar
Istirahat
Proses Belajar Mengajar


Proses belajar mengajar pada hari Jum’at
06-30 – 07.30
07.30 – 10.00
Upacara
Proses Belajar Mengajar

Sedang untuk pengembangan kurikulum di bidang Ekstrakulikuler MI Miftahul Huda lebih mengembangkan dibidang keagamaan yakni Seni Banjari dan Seni Beladiri Pagar Nusa.
















BAB III
1.      Pembahasan dan Analisis
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003)
Prinsip – prinsip pengembangan KTSP yang di gunakan MI Miftahul Huda berpusat pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dengan lingkungannya, beragam dan terpadu tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sen, relevan dengan kebutuhan kehidupan, menyeluruh dan berkesinambungan, belajar sepanjang hayat, seimbang antara kepentingan nasional dengan daerah, dengan harapan bahwa peserta didik memiliki potensi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, terampil, dan berbudi pekerti yang luhur. Pada intinya, peserta didik diharapkan dapat berguna untuk dirinya sendiri dan orang lain.
Bicara tentang kurikulum, kurikulum pendidikan nasional dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan, berawal dari kurikulum 1994, kurikulum KBK, hingga sekarang kurikulum KTSP.
            MI Miftahul Huda sudah dua tahun terakhir ini menggunakan kurikulum KTSP yang mana mempunyai prinsip – prinsip yang berpusat pada potensi, perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dengan lingkungannya, yang pada intinya untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, terampil, dan berbudi.
Dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya, MI Miftahul Huda memakai kurikulum KBK yang mana dalam cara pembelajaran, prndidik sebagai fasilitator, sedangkan kurikulum KTSP lebih mengedepankan peserta sebagai sumber ilmu itu sendiri serta selalu memanfaatkan lingkungan yang ada sebagai media praktek dalam pembelajaran. Conton didalam pelajaran mata pelajaran fiqih, anak dituntut untuk langsung praktik shalat, itu pun suda ter implikasi di dalm kegiatan rutinan setiap hari yaitu shalat Duha berjamaah serta mengaji bersama setiap harinya mulai pukul 06.30 sampai 07.30. disini pendidik tidak hanya berpusat kepada metode ceramah yang memungkinkan peserta didik bosan, mengantuk dan sebagainya. Didalam proses belajar mengajar pula MI Miftahul Huda menambah mata pelajaran yang mana meliputi Aswaja, Bahasa Arab, Bahasa Inggris serta Bahasa Daerah. Dari sini dapat kita lihat bahwa para pendidik mulai memmberikan fasilitas kepada peserta didik untuk mengembangkan potensinya.
MI Miftahul Huda sudah mulai mengembangkan potensi peserta didik. Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahun perkembangan siswa dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuann dan teknologi serta kesenian.
Dari pengembangan kurikulum KTSP MI Mifthul Huda mengembangkan potensi siswa dengan mengadakan ekstrkulikuler yaitu Banjari dan Pagar Nusa, dua ekstra ini dikembangkan oleh MI Miftahul Huda guna menggali bakat dan minat peserta didik, sayangnya dalam pengembangannya tidak pula dikembangkan ekstra yang lain, contoh, Pramuka dan PMR, ironis memang tetapi kita lihat konteksnya sekarang memang tidak memungkinkan apabila di perbanyak lagi ekstrakurikuler karena mengingat waktu dan kesibukan peserta didik merka tidak hanya sekolah di lembaga formal tetapi merekapun memiliki kegiatan lain, karena kebanyakan dari mereka juga ada di dalam pondok, jadi pendidik pun sudah berusaha semaksimal mungkin untuk semua itu.




BAB IV
1. Kesimpulan
1. Peralihan kurikulum KBK yang hanya berpusat kepada pendidik sebagai fasilitator menjadi kurikulum KTSP yang mana siswa dituntut untuk aktif dan lebih mengedepankan peserta sebagai sumber ilmu itu sendiri serta selalu memanfaatkan lingkungan yang ada sebagai media praktek dalam pembelajara. Sangat membantu didalam proses belajar mengajar di MI Miftahul Huda karena dari situ peserta didik akan lebih faham tertanam nilai-nilai yang ada didalam suatu pembelajaran
2. Adapun banyak cara yang dikembangkan oleh pendidik didalm menjalankan kurikulum KTSP ini, Conton didalam pelajaran mata pelajaran fiqih, anak dituntut untuk langsung praktik shalat, itu pun suda ter implikasi di dalm kegiatan rutinan setiap hari yaitu shalat Duha berjamaah serta mengaji bersama setiap harinya mulai pukul 06.30 sampai 07.30. disini pendidik tidak hanya berpusat kepada metode ceramah yang memungkinkan peserta didik bosan, mengantuk dan sebagainya. Serta pendidik mengembangkan ekstrakulikuler seperti banjari dan Pagar Nusa yang mana dari situ MI Miftahul Huda mendapatkan banya prestasi dari berbagai lomba yang di adakan di lingkungan sekitar. Jadi dapat kita lihat dari pengembangan ini bahwa kurikulum KTSP membawa berkah tersendiri kepada MI Miftahul Hudda.

2.      Saran
Sekolah MI Miftahul huda jika ingin menjadi sekolah yang lebih unggul alangkah lebih baik jika pihak didalamnya lebih menyadari pentingnya suatu kurikulum yang memang kurikulum tersebut jiwa dan karakter suatu sekolah, mengimbangkan antara pendidikan umum nasional dengan ciri khas suatu madrasah tersebut, kami berharap kepada MI Miftahul Huda serta pihak yang ada di dalamnya selalu lebih mengembangkan diri mereka untuk selalu menggali kreatifitas serta potensi peserta didik.

0 komentar:

Poskan Komentar